Sunday, December 18, 2011

Tips Bagaimana Merokok Yang Baik

 Tips Bagaimana Merokok Yang Baik
Tips yang pertama adalah jangan sesekali anda merokok dalam keadaan perut kosong. Hal ini akan menyebabkan anda mual. Rasa mual ini disebabkan karena kandungan asam yang ada dalam lambung terlalu berlebihan. Ketika anda menghisap rokok pada keadaan perut kosong, asam lambung akan berinteraksi dengan senyawa-senyawa yang dihasilkan oleh asap rokok yang akhirnya mengkatalisasi asam lambung. Hal tersebut akan berakibat pada ketidakseimbangan asam lambung anda. Sehingga pada akhirnya anda akan merasa mual.

Kedua, usahakan merokok di tempat terbuka. Hal ini dimaksudkan agar anda tetap mendapatkan udara segar meskipun pada kenyataannya anda sedang menghisap racun. Tentunya racun yang terkandung dalam tembakau rokok yang sedang anda hisap. Namun dengan merokok di ruangan yang cukup sirkulasi udaranya, meminimalisir kadar udara kotor dalam paru-paru anda. Bayangkan apabila anda merokok dalam ruangan yang tertutup dengan sirkulasi udara yang tidak begitu bagus. Anda akan menghisap kembali gas-gas beracun hasil pembakaran tembakau rokok anda sendiri. Ingat gas paling berbahaya apabila kadarnya terlalu berlebihan dalam paru-paru adalah karbon monoksida. Dan karbon monoksida merupakan gas yang terkandung dalam asap rokok.

Ketiga, jangan pernah membiarkan rokok terlalu lama berada pada bibir anda. Selain akan mempersulit proses anda bernafas, juga bisa menimbulkan iritasi pada mata karena asap rokok akan mengenai mata anda. Taruhlah rokok pada asbak atau tempat lain yang aman ketika pada waktu yang bersamaan anda melakukan kegiatan lain yang harus menggunakan kedua tangan anda bekerja. Banyak perokok yang tetap membiarkan rokoknya berada pada bibir sambil mengerjakan sesuatu yang mengharuskan kedua tangannya ikut bekerja.

Keempat, berilah jeda waktu ketika anda merokok batang rokok pertama dengan batang rokok berikutnya meskipun hasrat anda untuk merokok sudah tidak terbendung lagi. Kira-kira 10 sampai 15 menit sampai anda menyalakan lagi batang rokok berikutnya. Setiap kali anda merokok akan selalu terdapat sisa asap rokok pada paru-paru anda. Sampai pada akhirnya hilang melalui pernafasan normal biasa. Maka dari itu berilah jeda waktu saat anda merokok.

Kelima, minumlah kopi ketika anda sedang merokok. Berdasarkan penelitian di Amerika yang dipimpin oleh Dana B. Hancock didapati kesimpulan bahwa kebiasaan merokok dan minum kopi dapat mencegah parkinson. Penjelasan ilmiahnya belum diketahui secara signifikan.

Dan yang terakhir dari tips merokok sehat adalah luangkan sedikit waktu untuk berolahraga secara rutin. Hal ini dimaksudkan agar setiap organ tubuh anda tetap fit dan terjaga dengan baik meskipun anda merokok.
Dikutip dari >>>>>>>>>>>>>
http://gudangvirtual.blogspot.com/2011/06/tips-bagaimana-merokok-yang-baik.html#axzz2FPH20E00

Wednesday, December 14, 2011

SANGKAN PARANING DUMADI


SANGKAN PARANING DUMADI

Dalam hidup ini, manusia senantiasa diingatkan untuk memahami filosofi Kejawen yang
berbunyi "Sangkan Paraning Dumadi". Apa sebenarnya Sangkan Paraning Dumadi? Tidak banyak orang yang mengetahuinya. Padahal, jika kita belajar tentang Sangkan Paraning Dumadi, maka kita akan mengetahuikemana tujuan kita setelah hidup kita berada di akhir hayat.


Manusia sering diajari filosofi Sangkan Paraning Dumadi itu ketika merayakan Hari Raya Idul Fitri. Biasanya masyarakat Indonesia lebih suka menghabiskan waktu hari raya Idul Fitri dengan mudik. Nah, mudik itulah yang menjadi pemahaman filosofi Sangkan Paraning Dumadi. Ketika mudik, kita dituntut untuk memahami dari mana dulu kita berasal, dan akan kemanakah hidup kita ini nantinya.

Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak tembang dhandanggula warisan para leluhur yang sampai detik ini masih terus dikumandangkan.


Kawruhana sejatining urip/
(ketahuilah sejatinya hidup)
urip ana jroning alam donya/
(hidup di dalam alam dunia)
bebasane mampir ngombe/
(ibarat perumpamaan mampir minum)
umpama manuk mabur/
(ibarat burung terbang)
lunga saka kurungan neki/
(pergi dari kurungannya)
pundi pencokan benjang/
(dimana hinggapnya besok)
awja kongsi kaleru/
(jangan sampai keliru)
umpama lunga sesanja/
(umpama orang pergi bertandang)
njan-sinanjan ora wurung bakal mulih/
(saling bertandang, yang pasti bakal pulang)
mulih mula mulanya
(pulang ke asal mulanya)

Kemanakah kita bakal 'pulang'?
Kemanakah setelah kita 'mampir ngombe' di dunia ini?
Dimana tempat hinggap kita andai melesat terbang dari 'kurungan' (badan jasmani) dunia ini?
Kemanakah aku hendak pulang setelah aku pergi bertandang ke dunia ini?
Itu adalah suatu pertanyaan besar yang sering hinggap di benak orang-orang yang mencari ilmu sejati.

Yang jelas, beberapa pertanyaan itu menunjukkan bahwa dunia ini bukanlah tempat yang
langgeng. Hidup di dunia ini hanya sementara saja. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita menyimak tembang dari Syech Siti Jenar yang digubah oleh Raden Panji Natara dan digubah lagi oleh Bratakesawa yang bunyinya seperti ini:

"Kowe padha kuwalik panemumu, angira donya iki ngalame wong urip,
akerat kuwi ngalame wong mati; mulane kowe pada kanthil-kumanthil marang
kahanan ing donya, sarta suthik aninggal donya." 
("Terbalik pendapatmu, mengira dunia ini alamnya orang hidup, akherat itu alamnya orang mati. Makanya kamu sangat lekat dengan kehidupan dunia, dan tidak mau meninggalkan alam dunia")

Pertanyaan yang muncul dari tembang Syech Siti Jenar adalah:
Kalau dunia ini bukan alamnya orang hidup, lalu alamnya siapa?

Syech Siti Jenar menambahkan penjelasannya:
"Sanyatane, donya iki ngalame wong mati, iya ing kene iki anane swarga lan naraka, tegese, bungah lan susah. Sawise kita ninggal donya iki, kita bali urip langgeng, ora ana bedane antarane ratu karo kere, wali karo bajingan." (Kenyataannya, dunia ini alamnya orang mati, iya di dunia ini adanya surga dan neraka, artinya senang dan susah. Setelah kita meninggalkan alam dunia ini, kita kembali hidup langgeng, tidak ada bedanya antara yang berpangkat ratu dan orang miskin, wali ataupun bajingan")

Dari pendapat Syech Siti Jenar itu kita bisa belajar, bahwa hidup di dunia ini yang serba berubah seperti roda (kadang berada di bawah, kadang berada di atas), besok mendapat kesenangan, lusa memperoleh kesusahan, dan itu bukanlah merupakan hidup yang sejati ataupun langgeng.

Wejangan beberapa leluhur mengatakan:
"Urip sing sejati yaiku urip sing tan keno pati". (hidup yang sejati itu adalah hidup yang tidak bisa terkena kematian). Ya, kita semua bakal hidup sejati. Tetapi permasalahan yang muncul adalah, siapkah kita menghadapi hidup yang
sejati jika kita senantiasa berpegang teguh pada kehidupan di dunia yang serba fana?

Ajaran para leluhur juga menjelaskan:
"Tangeh lamun siro bisa ngerti sampurnaning pati,
yen siro ora ngerti sampurnaning urip."

(mustahil kamu bisa mengerti kematian yang sempurna,
jika kamu tidak mengerti hidup yang sempurna).

Oleh karena itu, kita wajib untuk menimba ilmu agar hidup kita menjadi sempurna dan mampu meninggalkan alam dunia ini menuju ke kematian yang sempurna pula.

SEMAR : Kyai Asli Dari Tanah Jawa


Semar = Haseming samar-samar

Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya
Bebadra = Membangun sarana dari dasar
Naya = Nayaka = Utusan mangrasul
Artinya : Mengembani sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia
Javanologi : Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun). Semar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang.
Maknanya : “Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tunggal”. Sedang tangan kirinya bermakna “berserah total dan mutlak serta selakigus simbul keilmuaan yang netral namun simpatik”.
Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar, jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu, Budha dan Isalam di tanah Jawa.
Dikalangan spiritual Jawa ,Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis, tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an, yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi, persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual . Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa.
Semar itu lambang gelap gulita, lambang misteri, ketidaktahuan mutlak, yang dalam beberapa ajaran mistik sering disebut-sebut sebagai ketidaktahuan kita mengenai Tuhan.
Konon Kaki Semar adalah Kakek moyang yg pertama dan digambarkan sebagai perwujudan dari orang Jawa yg pertama. Karena mendapat “tugas khusus” dari Gusti Kang Murbeng Dumadi (Tuhan YME), maka Kaki Semar memiliki kemungkinan untuk terus hadir dgn keberadaan pada setiap saat, kepada siapa saja dan kapan saja menurut apa yg dikehendaki.
sumber : goro-goro

RamaBux.com

Iklan BloggerBesatu.com

Iklan BloggerBersatu.com

PTC Bisnis Internet

Jayaclix.com

Get Paypal

Daftar ke PayPal dan mulai terima pembayaran kartu kredit secara instan.

Popular Posts